Site Loader

LOCATION

Rock Street, San Francisco

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indonesia merupakan surga bagi para perusahaan teknologi global. Jumlah penetrasi internet yang makin membuncah di negeri ini menjadi modal bagi para pebisnis ragam bidang untuk bisa merangsek masuk ke pasar lokal. Termasuk di antaranya layanan reservasi restoran. Apalagi, kini, wisata kuliner masih terus ngehits hingga kini.

Faktor inilah yang membuat usaha rintisan asal Thailand, Eatigo,  kepincut melebarkan sayap bisnis di Tanah Air. Sebelum berkiprah di sini, aplikasi reservasi restoran secara online tersebut sudah beroperasi di enam negara, yakni Hong Kong, Singapura, Thailand, Malaysia, India, Filipina,

Michael Cluzel, Co Founder dan Group Chief Executive Officer Eatigo, mengakui bahwa ekspansi bisnisnya tidak terlepas dari kegemaran masyarakat Indonesia yang suka kuliner serta semakin melek teknologi digital. “Masyarakat Indonesia sangat menyukai diskon dan melek digital terutama di transaksi digital, travel, transportasi. Dan ini kesempatan besar bagi kami,” katanya, Selasa (22/1).

Meski baru beroperasi  sejak Desember 2018, aplikasi yang sudah ada di platform android serta iOS ini sudah menggaet sebanyak 250 mitra bisnis yang merupakan tempat makan dan restoran yang tersebar di Jabodetabek. Menurut Michale, Eatigo bisa menjadi jembatan penyambung antara pebisnis kuliner dengan para konsumen. Sebab aplikasi ini dapat membantu persoalan klasik yang dihadapi di bisnis kuliner atau tempat makan. Yakni masalah kursi kosong pada jam yang lengang atau bukan jam yang sibuk. Biasanya sebelum atau sesudah jam makan siang serta makan malam.

Menurut Shintia Xu, Marketing Manager Eatigo, hasil yang sudah dicapai usaha rintisan tersebut di pasar Indonesia terbilang positif. Melihat hasil tersebut, Eatigo berencana memperluas jangkauan layanan, tidak cuma berkutat di Jabodetabek saja.

Shintia pastikan, Eatigo akan segera ekspansi ke kota-kota besar lainnya yang ada di Indonesia. Sayang, untuk sementara, ia belum bisa membeberkan identitas dari kota yang bakal dimasuki karena masih dalam tahap diskusi lebih lanjut.

Yang jelas, dengan rencana bisnis tersebut, ia harapkan mitra bisnis Eatigo di Indonesia bisa bertambah  banyak. Yakni bisa menggaet antara 800 restoran sampai 1.000 restoran di setiap kota yang bakal Eatigo jajaki.

Tambahan jumlah restoran atau mitra bisnis ini terbilang penting bagi Eatigo. Sebab semakin banyak mitra bisnis tentu pundi-pundi yang dihasilkan bisa bertambah banyak. Soalnya, setiap kali Eatigo bisa mendatangkan konsumen ke restoran, maka Eatigo bakal mengenakan charge  10{692fc68b9f6da42f1839bc6f7e3424a05a3a60f80396e3be7327face35ea8634} per orang. Sayangnya, Shintia tidak merinci lebih lanjut sistem charge tersebut.

Ekspansi Eatigo ini terjadi karena startup ini sudah mendapat injeksi modal total sebesar US$ 25,5 juta. Salah satunya TripAdvisor.      

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon

Post Author: admin