KONTAN.CO.ID – Kebisingan ini sudah menjadi makanan sehari-hari bagi para pedagang di Pasar Hewan Jatinegara. Usman, salah satu pedagang burung mengatakan, kepadatan akan meningkat dua kali lipat setiap akhir pekan. Makin banyak kendaraan dan pengunjung yang berjalan kaki di sepanjang kawasan Pasar Hewan Jatinegara.  

“Wah, kalau weekend jangan ditanya lagi, pasti penuh di sini. Mulai hari Jumat sampai Minggu, pengunjung nggak habis-habis,” tuturnya. Namun, tak semua pengunjung akan membawa pulang hewan buruannya.

Ada yang datang hanya untuk mencari hiburan, ada pula yang mencari referensi hewan peliharaan baru. Meski begitu, Usman bilang, omzetnya tetap naik 30{692fc68b9f6da42f1839bc6f7e3424a05a3a60f80396e3be7327face35ea8634} – 40{692fc68b9f6da42f1839bc6f7e3424a05a3a60f80396e3be7327face35ea8634} tiap akhir pekan.  

Deretan kios di Pasar Hewan Jatinegara buka sejak pagi, sekitar pukul 09.00 sampai sore pukul 18.00. Kios-kios tersebut terletak berderet dan saling berhimpitan, menjajakan aneka hewan peliharaan. Ada beberapa pedagang yang menyewa kios tersebut, ada juga yang sudah memilikinya.

Selain para pedagang yang memiliki kios atau lapak, di Pasar Hewan Jatinegara banyak juga para pedagang yang tidak memiliki kios. Mereka menjual aneka hewan di atas sepeda motor atau sebuah meja yang ditata sendiri di pinggiran jalan. Di atas sepeda motor miliki pedagang tanpa kios ini terdapat beberapa kotak yang berfungsi sebagai kandang hewan.

“Ya mau gimana lagi, di dalam kios-kios sudah full. Saya nggak kebagian lapak. Jadinya ya jualan pakai motor begini. Hasilnya juga lumayan untuk makan sehari-hari,” kata Yanto, salah satu pedagang musang dan monyet.

Setiap hari, ia mangkal di sepanjang trotoar sebelum memasuki gang Pasar Hewan Jatinegara. Namun Yanto tidak sendiri, sebagian besar pedagang yang mangkal di trotoar juga menggunakan sepeda motor untuk berjualan. Satu ekor binatang dimasukkan dalam satu kotak kandang. Dalam perjalanan biasanya tumpukan kotak kandang tersebut ditutupi dengan kain.

“Harus ditutupi ini kalau di jalan, biar tidak terlalu mencolok. Karena yang saya jual ini hewan yang tidak umum, jadi ya harus ditutupi, biar kalau di jalan, orang nggak kaget lihatnya,” jelas Yanto.

Ia mengaku biasanya berjualan di Pasar Hewan Jatinegara hingga pukul 19.00. Tapi saat sedang ramai pengunjung, ia pun rela berjualan hingga pukul 21.00. Berdasarkan pantauan KONTAN, beberapa pedagang hewan, khususnya yang menggunakan sepeda motor memang masih ada yang berjualan hingga malam.

“Kalau yang punya kios-kios ini memang tutupnya lebih cepat, sekitar habis Maghrib. Tapi kalau yang jualan kayak saya begini biasanya lebih malam pulangnya. Karena beberapa pembeli malah ada yang carinya malam sehabis pulang kerja,” tandasnya.       

(Selesai)

Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.

Reporter: Elisabeth Adventa
Editor: Johana K.