KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pempek menjadi salah satu makanan tradisional yang masih banyak penggemarnya, selain bakso atau batagor. Malah, hingga kini pedagang makanan yang terbuat dari adonan ikan dan tepung tersebut masih bisa ditemui. Baik itu lewat pedagang keliling atau yang ada di kedai makanan bahkan di pusat perbelanjaan. 

Ini tidak terlepas dari rasa pempek yang khas. Makanan asal Palembang tersebut sudah sanggup membetot lidah sebagian orang, tidak cuma yang berasal dari Palembang saja, tapi juga di daerah-daerah lain termasuk juga di sekitar Jabodetabek.
Tak heran bila pebisnis pempek tetap eksis hingga kini. Malah sampai ada yang menawarkan program kemitraan segala. Nah, setahun yang lalu, KONTAN sempat menyajikan review terkait kemitraan usaha tersebut. Seperti apa perkembangan program kemitraan dari gerai makanan pempek tersebut, berikut ulasan singkatnya.  
Pempek Ferina
Usaha kuliner di bawah naungan bendera Farina Group ini nampak berkembang positif  ditengah-tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner saat ini. Pasalnya sepanjang 2018 ini, mereka kedatangan empat mitra baru dan menambah gerai cabang mitra lama serta milik pribadi. 
Adapun total gerai yang dibuka saat ini ada 37 unit dengan pembagian 31 milik pusat dan enam lainnya milik mitra. Lokasinya menyebar di sejumlah daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Bali, Kediri, Madiun, dan Malang hingga Makassar. 
Sebelumnya, saat di ulas KONTAN tahun lalu, total gerai yang beroperasi ada sekitar 26 unit dengan pembagian 24 gerai milik sendiri dan dua sisanya milik mitra. “Potensi usaha pempek masih bagus untuk tahun-tahun kedepan ini dapat dilihat dari adanya mitra baru yang bergabung,” kata Billy Firmansyah, pemilik Pempek Farina kepada KONTAN. 
Setahun berlalu, Billy enggan mengerek nilai investasi kemitraan yang sebesar Rp 315 juta. Fasilitas yang didapatkan mitra  dari nilai investasi tersebut adalah penggunaan merek usaha, perlengkapan masak lengkap, bahan baku awal, pelatihan, branding, dan lainnya. 
Untuk mempertahankan loyalitas konsumen, pertengahan tahun ini Billy meluncurkan menu anyar yaitu pempek penyet. 
Dia mengaku menu ini disesuaikan dengan makanan kesukaan masyarakat Jawa Timur. Sehingga untuk sementara, menu baru tersebut baru ada di gerai Pempek Farina yang ada di wilayah Jawa Timur. “Wilayah lain  dimungkinkan untuk membuat menu pempek sesuai dengan menu kesukaan masing-masing daerah,” jelasnya. 
Harga bahan baku yang terus melambung membuatnya terpaksa menaikkan harga jual sekitar Rp 1.000 sampai Rp 2.000 menjadi Rp 10.000 sampai Rp 25.000 per porsi. Kenaikan ini sudah dilakukannya sejak empat bulan lalu. 
Optimistis bisnisnya dapat terus berkembang, Billy memasang target membuka 48 gerai baru sampai pertengahan tahun 2019. Kini, dia pun getol menambah tim pemasaran untuk mencapai target tersebut. 
Malah, Billy saat ini juga tengah disibukkan dengan label pempek barunya yaitu Pempek Bujang Tuo. Meski masih baru, produk yang menyasar konsumen kalangan menengah ke bawah ini sudah mempunyai empat mitra. 

Reporter: Elisabeth Adventa, Sugeng Adji Soenarso, Tri Sulistiowati, Venny Suryanto
Editor: Johana K.
  • INDEKS BERITA