KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Start up bidang kasir digital mulai melakukan ekspansi bisnis. Langkah ini untuk bisa menjaring para pengguna. Seperti Kasir Pintar.

Menurut Nuning Septiana, Chief Product Officer Kasir Pintar, semenjak start up ini merilis  Kasir Pintar versi Pro di akhir 2018, jumlah pelanggan mulai menunjukkan hasil positif.

Kalau pada akhir 2018 kemarin, Kasir Pintar sudah menggaet 1.000 pelanggan, maka di akhir tahun ini targetnya bisa sepuluh kali lebih banyak lagi. “Target kami di tahun ini adalah bisa menggaet 10.000 pelanggan,” katanya kepada KONTAN.

Ia optimistis target tersebut bisa tercapai lantaran segmen yang dituju yakni kalangan UMKM sudah mulai melek digital. Adapun jumlah pengguna yang Kasir Pintar catat ada 25.000 pengguna. “Pengguna kami dari bisnis kuliner, barbershop, ritel, warung kelontong, toko pulsa dan lainnya,” tuturnya.

Kasir Pintar sendiri tersedia dalam dua versi, yakni yang gratis dan yang berbayar (versi pro) dengan biaya Rp 50.000 per bulan. Di aplikasi ini juga dilengkapi layanan mobile point of sales (POS) dan gudang yang disesuaikan dengan kebutuhan para klien.

Nuning menyatakan, aplikasi ini sudah menyediakan ragam fitur. Mulai dari database, transaksi, laporan, sinkronisasi, hingga cetak.  

Misalnya, Kasir Pintar dapat mengolah data suatu barang sekaligus mengidentifikasi barang tersebut dengan metode scanning barcode atau langsung mencari barang dengan melakukan penghitungan kemudian mencetak bukti transaksi layaknya mesin kasir.

Pengguna aplikasi ini juga dapat melihat catatan transaksi yang dilakukan dengan aplikasi tersebut karena segala jenis transaksi baik pembelian atau penjualan secara otomatis tercatat dalam aplikasi di website secara realtime.

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon

Reporter: Venny Suryanto
Editor: Markus Sumartomjon