KONTAN.CO.ID – JAKARTA. JangKejang! menawarkan kemitraan dengan investasi Rp 7 juta. Bila omzet per hari bisa mencapai Rp 450.000, dalam waktu tiga bulan mitra sudah bisa balik modal.  

Kentang goreng kini hadir dengan tampilan baru, ukurannya dibuat lebih panjang dan tipis. Sausnya pun tidak lagi dicocol, melainkan dituang tepat di atasnya. Jadi, lebih praktis untuk dinikmati dan enak dibawa sambil berkeliling.

Karena menjadi tren dan disukai konsumen, pengusaha kuliner mulai melirik menu yang satu ini. Salah satunya JangKejang! besutan Arie Andrian. 

Usaha ini resmi dibuka pada Desember 2018 lalu dengan gerai pertama di Jatinegara, Jakarta Timur. Mendapatkan respon bagus dari konsumen, Arie membuka satu cabang pribadi di Lippo Mall Kramat Jati, Jakarta Timur. 

“Karena respon bagus, kemitraan langsung dibuka,” katanya kepada KONTAN, Kamis (3/1). Tercatat ada tiga mitra yang sudah bergabung dan lokasinya tersebar di Riau, Pekanbaru, dan Medan. 

Menyasar konsumen kalangan menengah, harga jual produknya dibuat pas di kantong yaitu Rp 12.000 sampai Rp 25.000 per porsi. Tersedia enam varian menu yang bisa dijadikan pilihan, beberapa di antaranya keju moncrot dan gaplokan tomat. 

JangKejang! menawarkan kemitraan dengan investasi Rp 7 juta. Dengan investasi sebesar itu mitra mendapatkan fasilitas mulai satu unit booth, perlengkapan masak, bahan baku, pelatihan, dan branding. 

Arie mewajibkan setiap mitra mengambil bahan baku utama dari pusat untuk menjaga kualitas produk. 

Berdasarkan perhitungannya, dalam waktu dua sampai tiga bulan mitra sudah bisa balik modal. Tentu dengan syarat omzet mencapai target sekitar Rp 450 per hari. Setelah dipotong biaya produksi dan operasional, porsi keuntungan bersih yang didapatkan mitra sekitar 50{692fc68b9f6da42f1839bc6f7e3424a05a3a60f80396e3be7327face35ea8634} dari omzet.

Untuk tahun 2019 Arie menargetkan bisa membuka 20 gerai baru di seluruh wilayah nusantara. Dia pun memasang nilai investasi terjangkau untuk menjaring mitra baru.

Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Hasbi Maulana

Reporter: Tri Sulistiowati
Editor: Hasbi Maulana